Senin, 23 Maret 2015

1 Studi Kasus Pencemaran Oleh Pabrik Tahu Di Mrican Semarang


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Efektivitas Undang-Undang Lingkungan Hidup Dalam Implementasinya Studi Kasus Pencemaran Oleh Pabrik Tahu Di Mrican Semarang


Studi Kasus
Masalah pencemaran industri ataupun segala bentuk pencemaran merupakan tanggung jawab kita semua, namun karena keterbatasan sarana dan prasarana untuk menghindari pencemaran maka dalam pengendaliannya dilakukan sistem pembagian tugas dan wewenang antara instansi-instansi yang terlibat untuk menangani pencemaran akibat kegiatan industri.
Pengendalian pencemaran industri bermakna suatu kegiatan yang mencakup upaya pencegahan dan/atau penanggulangan terjadinya pencemaran industri. Departemen Perindustrian yang ikut bertanggung jawab terhadap pencemaran industri dari perusahaan industri dan lokasi industrim, dengan sasaran semua limbah industri yang dibuang dari sumber pencemaran industri ke lingkungan bebas/umum, untuk mengupayakan agar selalu memenuhi Standar Kualitas Limbah seperti yang telah ditetapkan.
Di Semarang tepatnya di dekat pasar Mrican banyak berdiri pabrik tahu. Ironisnya pabrik-pabrik tersebut mendapat izin walaupun keberadaannya ditengah-tengah pemukiman penduduk. Keberadaan pabrik tahu tersebut tentu menimbulkan dampak positif dan negatif. Jika dilihat dari segi ekonomi memunyai dampak positif, yaitu menambah lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar dan mengurangi jumlah pengangguran. Tetapi ternyata keberadaan pabrik tahu tersebut lebih banyak menimbulkan dampak negatif, yaitu banyak keluhan yang dirasakan oleh masyarakat sekitar mengenai polusi udara yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari yang disebabkan asap pabrik tahu tersebut. Selain itu limbah yang dihasilkan dapat mencemari sungai didekatnya.
Departemen Perindustrian dalam tugasnya untuk pengendalian pencemaran industri mencakup pengaturan, pembinaan  dan pengawasan. Secara rinci tugas-tugas tersebut dalam Pasal 3 Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 20/M/SK/1/1986, sebagai berikut:
  1. Membuat peraturan-peratuaran tentang pengendalian pencemaran industri yang harus dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan dalam kaitannya dengan izin usaha industri, serta menunjang instansi-instansi pemerintah lainnya dalam menyusun peraturan peraturan yang berkaitan dengan pengendalian pencemaran lingkungan hidup pada umumnya.
  2. Membuat peraturan-peraturan tentang pemilIhan lokasi untuk industri dalam rangka pengembangan wilayah, dalam hal ini wilayah Pusat Pertumbuhan Induatri, yang dikaitkan dengan Rencana Umum Tata Ruang di sana terdapat penentuan tentang letak geografis dan zona-zona industri, kawasan-kawasan industri dan Lingkungan Industri Kecil.
Kemudian dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup (UULH) tahun 1982, pasal 7, ayat 1 disebutkan bahwa: “Setiap orang yang menjalankan suatu bidang usaha wajib memelihara kelestarian lingkungan hidup yang serasi dan seimbang untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan.”  Dan ayat 2 disebutkan: “Kewajiban sebagaimana tersebut dalam ayat (1) pasal ini dicantumkan dalam setiap izin yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.”
Jadi jika melihat kasus dari pabrik tahu di Mrican, maka yang menjadi pertanyaan disini adalah mengapa UULH yang telah ditetapkan seolah-olah diabaikan oleh pemerintah setempat demi mengejar kepentingan pribadi dan mengorbankan kenyamanan masyarakatn serta mencemari lingkungan.
Analisis Studi Kasus
Sistem Perizinan
Pasal 7 UULH tahun 1982 merupakan landasan hukum umum perizinan lingkungan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tahun 1993 dalam pasal 5 menetapkan syarat-syarat untuk memperoleh izin suatu rencana kegiatan dengan ketentuan: “Pemberian izin usaha tetap oleh instansi yang membidangi jenis usaha atau kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) hanya dapat diberikan setelah adanya pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan oleh instansi yang bertanggung jawab.”
Pemberian izin terhadap pabrik-pabrik tahu di Mrican patut kita pertanyakan. Instansi yang terkait dalam memberikan izin terkesan tidak melakukan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan. Kebetulan penulis telah melakukan kunjungan langsung ke pabrik tahu di Mrican pada saat mengikuti mata kuliah Manajemen Lingkungan. Disana penulis melihat secara langsung keadaan yang sebenarnya dan melakukan sedikit lontaran pertanyaan kepada penduduk tentang keberadaan pabrik tahu tersebut.
Pemerintah tidak melihat bahwa pabrik tahu tersebut didirikan ditengah-tengah pemukiman penduduk dan berdekatan dengan sungai. Pada akhirnya asap yang ditimbulkan oleh pabrik tahu tersebut sangat mengganggu kesehatan penduduk sekitar. Penduduk sekitar telah melaporkan kepada instansi terkait tentang gangguan asap pabrik tahu, namun instansi tersebut tutup mata dan tidak memperdulikannya.
Jika dilihat lebih mendalam  tentang perizinan keberadaan pabrik tahu tersebut dipengaruhi oleh elite-massa dan mengandung unsur politik. Orang-orang yang ingin mendirikan pabrik tahu tersebut akan melegalkan berbagai cara agar mendapatkan izin. Cara tersebut bisa dengan memberikan uang pelicin atau iming-iming lainnya yang sangat menggiurkan. Dengan demikian yang menjadi korban adalah masyarakat. Melihat kenyataan letak geografis keberadaan pabrik tahu tersebut seharusnya instansi tidak memberikan izin, kalaupun memberikan izin instansi tersebut mengajukan syarat yaitu pendirian pabrik di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk. Karena dalam dalam UULH tahun 1982 pasal 11, ayat (1) disebutkan bahwa: “Pejabat yang memberikan izin itu dapat mengenakan syarat-syarat baru kepada pemegang izin itu, jika menurut pendapatnya memang diperlukan.”
Sistem Pembinaan
Dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 20/M/SK/1/1986 pasal 3, Departemen Perindustrian mempunyai tugas-tugas pembinaan sebagai berikut:
  1. Memberikan pedoman dalam upaya pengendalian pencemaran, antara lain dengan memberikan buku panduan tentang pengendalian pencemaran untuk berbagai kegiatan industri.
  2. Memberikan bimbingan dan penyuluhan mengenai penerapan dari pedoman/buku panduan tentang pengendalian pencemaran, serta memberikan informasi teknis tentang hal-hal yang berhubungan dengan pencemaran industri.
  3. Membantu instansi pemerintah dan dunia usaha industridalam penelitian terhadap masalah-masalah pencemaran khususnya dalam mengidentifikasikan Sumber Perencanaan Industri dan upaya pengendaliannya.
  4. Memberikan saran dan petunjuk tentang pengambilan langkah tindak dalam upaya menghadapi kasus-kasus pencemaran lingkungan, termasuk penggunaan dan pengolahan limbah industri.
Melihat keberadaan pabrik tahu di Mrican, pembinaan justru dilakukan oleh LSM BINTARI yang bergerak di bidang lingkungan. Penyuluhan juga dilakukan oleh LSM kepada para pemilik pabrik tahu tentang pentingnya lingkungan hidup bagi manusia. LSM BINTARI bersama Pemerintah terkait dan masyarakat mengadakan kerjasama membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berfungsi menyalurkan limbah yang dihasilkan oleh pabrik ke tempat pengolahan sehingga aman untuk dibuang ke sungai.
Ditinjau dari segi sosial, pemerintah kurang memperhatikan penduduk sekitar karena terbukti yang aktif  dan mempunyai ide pembuatan IPAL adalah LSM BINTARI. Tentu dengan pembuatan IPAL harus dilakukan pengawasan lebih lanjut. Tetapi pemerintah seakan-akan juga tinggal diam. Hal ini terbukti banyaknya pipa saluran air limbah yang bocor didiamkan saja. Sedangkan pemasangan pipa tersebut berada di atas sungai, maka air limbah akan mencemari sungai.
C. Rekomendasi
1. Instansi yang terkait dengan lingkungan hendaknya benar-benar melaksanakan UULH dengan sebaik-baiknya dalam memberikan izin usaha/kegiatan.
2. Pemerintah hendaknya memperhatikan penduduk sekitar pabrik tahu di Mrican karena mereka mengeluhkan keberadaan pabrik tersebut.
3. Pemerintah dalam mengimplementasikan UULH hendaknya dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan konsekuen.
 https://kinandika.wordpress.com/2013/02/05/efektivitas-undang-undang-lingkungan-hidup-dalam-implementasinya-studi-kasus-pencemaran-oleh-pabrik-tahu-di-mrican-semarang/


1 Studi Kasus Tentang Lingkungan


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Studi Kasus Lingkungan
Dari Tambang ke 'Hutan Pendidikan'

Pada tahun 2011 kami mulai merehabilitasi lahan bekas tambang Cibadak menjadi Hutan Pendidikan; lahan diubah menjadi hutan lindung yang keberadaannya dapat dimanfaatkan warga sekitar, wisatawan, dan akademisi serta siswa sekolah.
Proyek rehabilitasi diserahkan pelaksanaannya kepada tim yang anggotanya diangkat dari beberapa departemen dan dipimpin Human Wicaksono, Rehabilitation Project Manager Tambang Cibadak. Pekerjaan difokuskan pada lahan seluas 76 hektar, antara lain memecah batu besar, meratakan tanah dan menanami tanaman penutup untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menahan erosi.
Dalam beberapa kali rapat dengan tokoh masyarakat disepakati bahwa lahan akan ditanami kembali dengan pohon kayu bakar, pohon kayu dan pohon karet yang nantinya dapat menjadi sumber penghasilan warga. Tim Community Relations Narogong pun mulai membangun prasarana penyediaan air bersih untuk kebutuhan kawasan perumahan yang airnya diambil dari sumur air tanah di tambang dan dialirkan melalui pipa.
Selain itu tim pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dimintai bantuan untuk menjajaki kemungkinan menjadikan Cibadak "Hutan Pendidikan Holcim".
"Sebelumnya IPB membantu kami menyusun rencana penutupan tambang, dan setahu kami mereka berhasil mengembangkan Hutan Pendidikan Gunung Walat dekat sini yang dikelola masyarakat," jelas Widya Paramita (Mita), Corporate Environment Officer.
Direksi Holcim setuju mendanai proyek tersebut pada tahun 2011, dan penandatanganan nota kesepahaman dilakukan tim bersama IPB pada bulan Desember. "Ini pekerjaan besar," kata Mita. "Di lahan bekas tambang ini nanti akan berdiri hutan pendidikan pertama di Indonesia."

http://www.holcim.co.id/id/pembangunan-berkelanjutan/studi-kasus/studi-kasus-lingkungan.html

Analisis Studi Kasus
Dari penjelasan diatas diketahui bahwa akan dilakukan rehabilitas hutan, yang sebelumnyamerupakan tambang kemudian akan dihubah menjadi hutan yang hijau lagi, mulain dari ditanaminya lagi pohon kayu bakar, pohon kayu dan pohon karet yang nantinya dapat menjadi sumber penghasilan warga, dari permasalahan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa apa yang dilakukan departemen dan dipimpin Human Wicaksono, Rehabilitation Project Manager Tambang Cibadak, merupakan kegiatan dan tindakan yang sangat bagus dan bak, karena sebagai usaha untuk para warga, hal ini juga akan berdampak baik pada lingkungan hidup hutan dan juga bumi ini.



0 Pengetahuan Lingkungan


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Pengetahuan Lingkungan

Lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam ruang yang kita tempati.
Pengetahuan Lingkungan dari beberapa sumber yaitu:
Ahmad (1987:3) mengemukakan bahwa lingkungan hidup adalah sistem kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.

St. Munajat Danusaputra : Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya. (Darsono, 1995)

Emil Salim : Lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia

Salah seorang ahli ilmu lingkungan, yaitu Otto Soemarwoto mengemukakan bahwa dalam bahasa Inggris istilah lingkungan adalah environment. Selanjutnya dikatakan, lingkungan atau lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang ada pada setiap makhluk hidup atau organisme dan berpengaruh pada kehidupannya.

Menurut Undang-Undang Rl Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.


http://geografi-geografi.blogspot.com/2011/01/pengertian-lingkungan-hidup-menurut.html

0 Ini adalah cerita dari kepribadianku


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Data Pribadi
Nama                                       :     Fachrurozi
Pendidikan                              
Pendidikan saya dimulai dari bangku SDN 02 Muara  Bakti pada tahun 2000-2006, kemudian berlanjut ke SMPN  1 Babelan pada tahun 2006-2009, SMK Travina Prima pada tahun 2009-2012, Pada tahun  2012 sampai sekarang belajar di Universitas Gunadarma  Jurusan Teknik Industri
Jenis Kelamin                        :     Laki - Laki
Tanggal Kelahiran                :     Bekasi, 14 Juni 1994
Warga Negara                       :     Indonesia
Agama                                   :     Islam
Hobi                                      :     Olahraga, mencari ha baru dan lain-lain
Kekurangan                           :     Kekurangan saya adalah apa yang membuat saya  menjadi malas
Kelebihan                              :     Keliebihan saya adalah apa yang membuat sayamenjadi bersemangat
Kejadian yang membuat bangga kedua orang tua saya yanitu, ketika apa yang beliau harapkan dan beliau inginkan saya laksanakan dan saya kerjakan

Jumat, 23 Januari 2015

0 BAB III PROPOSAL PENELITIAN


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
BAB III
PROPOSAL PENELITIAN

3.1       Sumber Data
            Dalam penelitian ini data yang digunakan oleh peneliti adalah data primer dan data skunder. Data primer adalah data yang secara khusus dikumpulkan oleh peneliti langsung dari sumber aslinya. Data primer dalam penelitian diperoleh dari pemilik dan dari pegawai yang bekerja diperusahaan tersebut. Data yang dikumpulkan berupa data permintaan,kapasitas produksi, biaya tenaga kerja, biaya subkontrak, dan biaya-biaya lainnya yang berhungan dengan perhitungan perencanaan agregat.

3.2       Teknik Pengumpulan Data dan Sampel
            Data diperoleh penulis dengan melakukan penelitian langsung di organisasi atau perusahaan yang menjadi objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:
·         Wawancara
Penulis melakukan Tanya jawab dengan pemilik perusahaan dan para pegawai mengenai hal-hal yang berhubungan dengan data-data dan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian
·         Observasi
Observasi dilakukan dengan cara mendatangi langsung tempat atau perusahaan untuk memperoleh data yang dibutuhkan
·         Dokumentasi
Yaitu memperoleh data langsung dari tempat penelitian berupa laporan penjualan, data permintaan, jadwal kerja, jam kerja, dan data-data lainnya yang relevan dengan penelitian yang dilakukan

3.3       Metode Penelitian
            Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah perancagan agregat. Perancangan agregat ini dianalisis menggunakan metode linear programming degan tujuan untuk memperoleh hasil optimum (biaya yang minimum) dalam periode perancangan. Dasar analisis dalam perencanaan agregat pada penelitian ini adalah hasil ramalan permintaan produk, kapasitas produksi perusahaan, dan biaya biaya yang berhubungan dengan perencanaan agregat.
            Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan secara rinci tentang situasi atau suatu kejadian dimana peneliti melakukan pengamatan dan menjelaskan apa hasil pengamatan yang diperolehnya. Tujuan dari penelitian diskriptidf ini adalah untuk mengetahui gambaran sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada serta sifat-sifat dari fenomena-fenomena yang diselidiki.
           



Kamis, 27 November 2014

0 BAB II MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS DATA


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS DATA
          Berdasarkan dari jenis-jenis yang ada dan sudah dibahas pada pertemuan kuliah, penulis akan sedikit membhan tentang jenis-jenis data yang ada, dan akan memilih jenis data mana yang cocok dengan pengerjaan BAB I pada penulisan sebelumnya. Berikut ini adalah jenis-jenis data yang peulis ketahui :

1. Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling
Simple random sampling
Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.
Sampling Sistematis
Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.
Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi.
Disproportionate Stratified Random Sampling
Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi. Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya.
Cluster Sampling
Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.
2. Non Probabilty Sampel
Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.
Sampling Kuota,
Adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan.
Sampling Insidential,
Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.
Sampling Purposive,
Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.
Sampling Jenuh,
Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Saya sendiri lebih senang menyebutnya total sampling.
Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju (seperti Multi Level Marketing….).

Kesimpulan :
Dari jenis-jenis data yang sudah penulis jelaskan, dapat disimpulkan bahwa data yang cocok dan sesuia dengan latar belakang, pembahasan, tujuan, serta yang lain-lain pada Bab 1  yaitu adalah jenis data : Sampling Purposive,
Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.







Terima Kasih 


Jumat, 31 Oktober 2014

0 BAB I PENDAHULUAN


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
            Perkembangan yang pesat di bidang ilmu dan teknologi dewasa ini menuntut adanya kemampuan manusia dalam mempertimbangkan segalakemungkinan sebelum mengambil keputusan atau tindakan. Pertimbangan pertimbangan naluriah atau dengan perkiraan-perkiraan kualitatif yang sederhana pada dasarnya hanya dapat dipertanggungjawabkan untuk keputusan-keputusan sederhana pula. Keputusan-keputusan, terutama di dunia usaha yang mengandung resiko besar tentunya perlu didukung oleh perhitungan-perhitungan yang matang agar resiko kerugian dapat dihindari. Tentu saja pada keadaan tersebut pertimbangan-pertimbangan naluriah saja tidak cukup, sehingga diperlukan peralatan-peralatan, teknik-teknik atau metode-metode kuantitatif yang lebihlengkap untuk memecahkannya. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai permasalahan yang Menginginkan suatu penyelesaian secara optimal, hal ini dapat dilihat dari usaha memaksimalkan atau meminimalkan sumber-sumber yang terbatas. Sumbersumber tersebut antara lain mesin, tenaga kerja, bahan baku, peralatan, dan lain sebagainya. Dengan alasan itulah diperkenalkan riset operasi (operation research) yang pada prinsipnya berisi teknik kuantitatif yang banyak dipakai dalam pengambilan keputusan. Riset operasi berusaha menetapkan arah tindakan terbaik (optimal) dari sebuah masalah keputusan dengan pembatasan sumber daya yang terbatas. Istilah riset operasi sering kali diasosiasikan secara eksklusif dengan penggunaan teknikteknik matematika untuk membuat model dan menganalisis masalah keputusan. Sebagai teknik pemecahan masalah, riset operasi harus dipandang sebagai ilmu dan seni. Aspek ilmu terletak dalam penyediaan teknik-teknik matematika dan algoritma untuk memecahkan masalah keputusan dengan tepat. Riset operasi merupakan sebuah seni karena keberhasilan dalam semua tahap sebelum dan sesudah pemecahan dari sebuah model matematika bergantung besar pada kreativitas dan kemampuan pribadi yang menganalisis pengambilan keputusan. Sebuah model keputusan semata-mata merupakan alat untuk meringkaskan sebuah masalah keputusan dengan cara yang memungkinkan identifikasi dan evaluasi yang sistematis terhadap semua alternatif keputusan dari sebuah masalah. Sebuah keputusan dicapai dengan memilih alternatif yang dinilai terbaik diantara semua pilihan yang tersedia. Riset operasi merupakan metode untuk menformulasikan dan merumuskan permasalahan sehari-hari ke dalam pemodelan matematika untuk mendapatkan solusi yang optimal. Salah satu alat riset operasi yang efektif untuk menyelesaikan masalah optimasi adalah pemrograman linear. Program linear banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi dibidang industri, perbankan, pendidikan, dan masalah-masalah lain yang dapat dinyatakan dalam bentuk linear. Bentuk linear berarti bahwa seluruh fungsi dalam model ini merupakan fungsi linear. Pokok pikiran dalam menggunakan program linear adalah dengan merumuskan masalah dari informasi yang tersedia, kemudian menerjemahkannya dalam bentuk model matematika. Pada penulisan ini, dikaji tentang penyelesaian program linear dengan menggunakan algoritma titik interior (interior point) dan metode simpleks dari contoh kasus. Selanjutnya, akan dibandingkan keefisienan kedua metode tersebut ditinjau dari banyaknya iterasi untuk menyelesaikan suatu masalah.

1.2     Perumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang masalah di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan karya ilmiah ini adalah
  1.  Bagaimana membuat model matematika dari kasus program linear?    
  2. Bagaimana menentukan penyelesaian dari model matematika tersebut dengan       menggunakan algoritma titik interior dan metode simpleks?
  3. Bagaimana membandingkan keefisienan kedua metode tersebut?

1.3     Batasan Masalah
 Pembahasan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini dibatasi oleh hal-hal sebagai berikut
  1. Data yang digunakan berupa bilangan bulat.
  2.  Variabel yang diteliti tidak lebih dari 100.
  3.  Keefisienan ditinjau dari banyaknya iterasi.
  4.  Kasus maksimisasi untuk contoh aplikasi.

1.4     Tujuan
Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut
  1.         dapat membangun model matematika dari kasus program linear.
  2.            dapat menentukan penyelesaian dari model matematika dengan  menggunakan algoritma  titik interior dan metode simpleks.
  3.            dapat membandingkan keefisienan kedua metode tersebut.

1.5      Manfaat
        Dari penulisan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang algoritma titik interior dan metode simpleks untuk menyelesaikan suatu permasalahan program linear. Selain itu, hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam studi mengenai persoalan pengalokasian sumber-sumber secara optimal.





Rabu, 01 Oktober 2014

0 Dynamic Programming


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
PROGRAM DINAMIS (Dynamic Programming)

2.1    Dasar Teori Dynamic Programming (Program Dinamis)    
Program dinamis adalah suatu  teknik matematis yang biasanya digunakan untuk membuat suatu keputusan dari serangkaian keputusan yang saling berkaitan. Dalam hal ini program dinamis menyediakan prosedur sistematis untuk menentukan kombinasi keputusan yang optimal. Tujuan utama model ini ialah untuk mempermudah penyelesaian persoalan optimasi yang mempunyai karakteristik tertentu. Tidak seperti pemrograman linier, tidak ada bentuk matematis standar untuk perumusan pemrograman dinamis. Akan tetapi, pemrograman dinamis adalah pendekatan umum untuk pemecahan masalah dan persamaan tertentu yang digunakan di dalamnya harus dibentuk sesuai dengan situasi masalah yang dihadapi.
Istilah yang biasa digunakan antara lain:
1.            Stage (tahap)  adalah bagian persoalan yang mengandung decision variable.
2.            Alternatif, pada setiap stage terdapat decision variable dan fungsi tujuan yang menentukan besarnya nilai setiap alternative.
3.            State, state menunjukkan kaitan satu stage dengan stage lainnya, sedemikian serupa sehingga setiap stage dapat dioptimisasikan secara terpisah sehingga hasil optimasi layak untuk seluruh persoalan.
Salah satu cara untuk  cara untuk mengenali suatu situasi yang dapat dirumuskan sebagai masalah pemrograman dinamis adalah menyadari struktur dasar masalah tersebut apakah serupa dengan masalah ekspedisi.
Sifat dasar yang menjadi ciri masalah pemrograman dinamis yaitu masalah dapat dibagi menjadi tahap-tahap dengan keputusan kebijakan yang dibuat pada masing-masing tahap.
Masalah ekspedisi secara harfiah dibagi menjadi 4 tahap yang sesuai dengan 4 tahap perjalanan. Kebijakan keputusan pada masing-masing tahap adalah kebijakan asuransi jiwa mana yang dipilih (sama dengan tujuan yang dipilih untuk tahap berikutnya). Dengan cara yang sama, masalah  pemrograman dinamis lain memerlukan pembuatan suatu urutan keputusan yang saling berhubungan, dengan setiap keputusan diambil pada satu tahap masalah.
Untuk masalah ekspedisi, prosedur penyelesaian membentuk tabel untuk setiap tahap (n) yang menunjukkan keputusan optimal   pada setiap state yang mungkin (s). Jadi, selain bisa menemukan tiga solusi optimal (rute terbaik) untuk masalah keseluruhan, hasil yang diperoleh juga dapat dipakai sebagai petunjuk bagi pencari harta untuk menentukan langkah jika ia terpaksa dialihkan ke state yang tidak berada dalam rute optimal. Untuk masalah apapun pemrograman dinamis menyediakan petunjuk mengenai kebijakan apa yang harus dilakukan pada setiap keadaan yang mungkin terjadi (inilah alasan mengapa keputusan aktual yang dibuat pada saat mencapai state tertentu pada tahap tertentu disebut (keputusan kebijakan).Penyedian informasi tambahan selain menyatakan solusi optimal (urutan keputusan optimal) dapat berguna dalam berbagai hal, termasuk untukanalisis sensitivitas.
Sehubungan dengan state tempat pencari harta berada sekarang, kebijakan asuransi jiwa yang optimal (dan rute perjalanannya) dari simpul ini sampai akhir bersifat independen dengan caranya tiba pada state itu. Untuk masalah pemrograman dinamis pada umumnya, pengetahuan menyangkut state sekarang dari system menyampaikan semua informasi tentang prilaku sebelumnya yang diperlukan untuk menentukan kebijakan optimal selanjutnya (sifat ini disebut sifat Markovian). Setiap masalah yang tidak mempunyai sifat ini tidak bisa dirumuskan sebagai masalah program dinamis. 




Sumber : http://mohamadrisalrozakamakali.blogspot.com/2013/05/program-dinamis-dynamic-programming.html


0 Download All Web Browser


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Web browser adalah salah satu aplikasi yang wajib di install karena hal ini penting berguna untuk membuka beberapa situs yang ada di internet. Berbagai macam merek web browser banyak pilihanya dan di antara web browser setiap orang memiliki pilihan favorit mereka sendiri.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi beberapa file aplikasi web browser koleksi yang di antara koleksi ini sobat pernah mendengarnya seperti mozilla,chrome,opera dan lain-lain dan versi di antara aplikasi ini telah beberapa sudah di update terakhir tgl 30 September 2014 . 


Include Files Web Browser :
  • Avant Browser 2015 Build 1
  • Comodo Dragon 33.1.0.0
  • Comodo Ice Dragon 2.6.0.0.2
  • Google Chrome 37.0.2062.124
  • Maxthon Cloud Browser 4.4.2.2000
  • Mozilla Firefox 33.0 Beta  7 
  • Opera 24.0.1558.64
  • Safari 5.1.7
  • Sea Monkey 2.29.1
  • Sprak Browser 33.9.1000.57

Link Download