Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2015

0 BAB III PROPOSAL PENELITIAN


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
BAB III
PROPOSAL PENELITIAN

3.1       Sumber Data
            Dalam penelitian ini data yang digunakan oleh peneliti adalah data primer dan data skunder. Data primer adalah data yang secara khusus dikumpulkan oleh peneliti langsung dari sumber aslinya. Data primer dalam penelitian diperoleh dari pemilik dan dari pegawai yang bekerja diperusahaan tersebut. Data yang dikumpulkan berupa data permintaan,kapasitas produksi, biaya tenaga kerja, biaya subkontrak, dan biaya-biaya lainnya yang berhungan dengan perhitungan perencanaan agregat.

3.2       Teknik Pengumpulan Data dan Sampel
            Data diperoleh penulis dengan melakukan penelitian langsung di organisasi atau perusahaan yang menjadi objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:
·         Wawancara
Penulis melakukan Tanya jawab dengan pemilik perusahaan dan para pegawai mengenai hal-hal yang berhubungan dengan data-data dan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian
·         Observasi
Observasi dilakukan dengan cara mendatangi langsung tempat atau perusahaan untuk memperoleh data yang dibutuhkan
·         Dokumentasi
Yaitu memperoleh data langsung dari tempat penelitian berupa laporan penjualan, data permintaan, jadwal kerja, jam kerja, dan data-data lainnya yang relevan dengan penelitian yang dilakukan

3.3       Metode Penelitian
            Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah perancagan agregat. Perancangan agregat ini dianalisis menggunakan metode linear programming degan tujuan untuk memperoleh hasil optimum (biaya yang minimum) dalam periode perancangan. Dasar analisis dalam perencanaan agregat pada penelitian ini adalah hasil ramalan permintaan produk, kapasitas produksi perusahaan, dan biaya biaya yang berhubungan dengan perencanaan agregat.
            Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan secara rinci tentang situasi atau suatu kejadian dimana peneliti melakukan pengamatan dan menjelaskan apa hasil pengamatan yang diperolehnya. Tujuan dari penelitian diskriptidf ini adalah untuk mengetahui gambaran sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada serta sifat-sifat dari fenomena-fenomena yang diselidiki.
           



Kamis, 27 November 2014

0 BAB II MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS DATA


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS DATA
          Berdasarkan dari jenis-jenis yang ada dan sudah dibahas pada pertemuan kuliah, penulis akan sedikit membhan tentang jenis-jenis data yang ada, dan akan memilih jenis data mana yang cocok dengan pengerjaan BAB I pada penulisan sebelumnya. Berikut ini adalah jenis-jenis data yang peulis ketahui :

1. Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling
Simple random sampling
Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.
Sampling Sistematis
Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.
Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi.
Disproportionate Stratified Random Sampling
Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi. Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya.
Cluster Sampling
Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.
2. Non Probabilty Sampel
Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.
Sampling Kuota,
Adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan.
Sampling Insidential,
Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.
Sampling Purposive,
Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.
Sampling Jenuh,
Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Saya sendiri lebih senang menyebutnya total sampling.
Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju (seperti Multi Level Marketing….).

Kesimpulan :
Dari jenis-jenis data yang sudah penulis jelaskan, dapat disimpulkan bahwa data yang cocok dan sesuia dengan latar belakang, pembahasan, tujuan, serta yang lain-lain pada Bab 1  yaitu adalah jenis data : Sampling Purposive,
Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.







Terima Kasih 


Jumat, 31 Oktober 2014

0 BAB I PENDAHULUAN


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
            Perkembangan yang pesat di bidang ilmu dan teknologi dewasa ini menuntut adanya kemampuan manusia dalam mempertimbangkan segalakemungkinan sebelum mengambil keputusan atau tindakan. Pertimbangan pertimbangan naluriah atau dengan perkiraan-perkiraan kualitatif yang sederhana pada dasarnya hanya dapat dipertanggungjawabkan untuk keputusan-keputusan sederhana pula. Keputusan-keputusan, terutama di dunia usaha yang mengandung resiko besar tentunya perlu didukung oleh perhitungan-perhitungan yang matang agar resiko kerugian dapat dihindari. Tentu saja pada keadaan tersebut pertimbangan-pertimbangan naluriah saja tidak cukup, sehingga diperlukan peralatan-peralatan, teknik-teknik atau metode-metode kuantitatif yang lebihlengkap untuk memecahkannya. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai permasalahan yang Menginginkan suatu penyelesaian secara optimal, hal ini dapat dilihat dari usaha memaksimalkan atau meminimalkan sumber-sumber yang terbatas. Sumbersumber tersebut antara lain mesin, tenaga kerja, bahan baku, peralatan, dan lain sebagainya. Dengan alasan itulah diperkenalkan riset operasi (operation research) yang pada prinsipnya berisi teknik kuantitatif yang banyak dipakai dalam pengambilan keputusan. Riset operasi berusaha menetapkan arah tindakan terbaik (optimal) dari sebuah masalah keputusan dengan pembatasan sumber daya yang terbatas. Istilah riset operasi sering kali diasosiasikan secara eksklusif dengan penggunaan teknikteknik matematika untuk membuat model dan menganalisis masalah keputusan. Sebagai teknik pemecahan masalah, riset operasi harus dipandang sebagai ilmu dan seni. Aspek ilmu terletak dalam penyediaan teknik-teknik matematika dan algoritma untuk memecahkan masalah keputusan dengan tepat. Riset operasi merupakan sebuah seni karena keberhasilan dalam semua tahap sebelum dan sesudah pemecahan dari sebuah model matematika bergantung besar pada kreativitas dan kemampuan pribadi yang menganalisis pengambilan keputusan. Sebuah model keputusan semata-mata merupakan alat untuk meringkaskan sebuah masalah keputusan dengan cara yang memungkinkan identifikasi dan evaluasi yang sistematis terhadap semua alternatif keputusan dari sebuah masalah. Sebuah keputusan dicapai dengan memilih alternatif yang dinilai terbaik diantara semua pilihan yang tersedia. Riset operasi merupakan metode untuk menformulasikan dan merumuskan permasalahan sehari-hari ke dalam pemodelan matematika untuk mendapatkan solusi yang optimal. Salah satu alat riset operasi yang efektif untuk menyelesaikan masalah optimasi adalah pemrograman linear. Program linear banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi dibidang industri, perbankan, pendidikan, dan masalah-masalah lain yang dapat dinyatakan dalam bentuk linear. Bentuk linear berarti bahwa seluruh fungsi dalam model ini merupakan fungsi linear. Pokok pikiran dalam menggunakan program linear adalah dengan merumuskan masalah dari informasi yang tersedia, kemudian menerjemahkannya dalam bentuk model matematika. Pada penulisan ini, dikaji tentang penyelesaian program linear dengan menggunakan algoritma titik interior (interior point) dan metode simpleks dari contoh kasus. Selanjutnya, akan dibandingkan keefisienan kedua metode tersebut ditinjau dari banyaknya iterasi untuk menyelesaikan suatu masalah.

1.2     Perumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang masalah di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan karya ilmiah ini adalah
  1.  Bagaimana membuat model matematika dari kasus program linear?    
  2. Bagaimana menentukan penyelesaian dari model matematika tersebut dengan       menggunakan algoritma titik interior dan metode simpleks?
  3. Bagaimana membandingkan keefisienan kedua metode tersebut?

1.3     Batasan Masalah
 Pembahasan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini dibatasi oleh hal-hal sebagai berikut
  1. Data yang digunakan berupa bilangan bulat.
  2.  Variabel yang diteliti tidak lebih dari 100.
  3.  Keefisienan ditinjau dari banyaknya iterasi.
  4.  Kasus maksimisasi untuk contoh aplikasi.

1.4     Tujuan
Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut
  1.         dapat membangun model matematika dari kasus program linear.
  2.            dapat menentukan penyelesaian dari model matematika dengan  menggunakan algoritma  titik interior dan metode simpleks.
  3.            dapat membandingkan keefisienan kedua metode tersebut.

1.5      Manfaat
        Dari penulisan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang algoritma titik interior dan metode simpleks untuk menyelesaikan suatu permasalahan program linear. Selain itu, hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam studi mengenai persoalan pengalokasian sumber-sumber secara optimal.





Selasa, 30 September 2014

0 Filsafat dan Ilmu Pengetahuan


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
A.        Pengertian Filsafat
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.


B.        Pengertian filsafat menurut para tokoh di dunia :
  1. Pengertian filsafat menurut  Harun Nasution filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tak terikat tradisi, dogma atau agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan 
  2. Menurut Plato ( 427-347 SM) filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada 
  3. Al Farabi (wafat 950 M) filsuf muslim terbesar sebelum Ibn Sina menyatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan  menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya. 
C.        Ciri-ciri berfikir filosfi :
  1. Berfikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi.
  2. Berfikir secara sistematis.
  3. Menyusun suatu skema konsepsi, dan
  4. Menyeluruh.
D.        Tiga persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah :
  1. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika
  2. Apakah yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi.
  3. Apakah manusia itu? Masalah ini dibahas olen Atropologi Filsafat.
E.        Beberapa ajaran filsafat yang  telah mengisi dan tersimpan dalam khasanah ilmu adalah:
  1. Materialisme, yang berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta badaniah. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. Aliran materialisme memiliki dua variasi yaitu materialisme dialektik dan materialisme humanistis.
  2. Idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang sifatnya rohani atau intelegesi. Variasi aliran ini adalah idealisme subjektif dan idealisme objektif.
  3. Realisme. Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi murupakan hakitat yang asli dan abadi.
  4. Pragmatisme merupakan aliran paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut) tidak doktriner tetapi relatif tergantung kepada kemampuan minusia.
F.         Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah sebagai berikut ini :
  1. Sebagai dasar dalam bertindak.
  2. Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
  3. Untuk mengurangi salah paham dan konflik.
  4. Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.
G.        Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan merupakan segala kegiatan manusia yang dilakukan secara sadar dalam upaya mencari tahu segala segi kehidupan dan alam sehingga diperoleh kepastian. Ilmu pengetahuan merangkum semua hal yang ada dalam kehidupan berdasarkan teori-teori yang telah disepakati serta teruji.
Ilmu pengetahuan berusaha mencari jawaban dari penyebab dan mengapa itu bisa terjadi. Dalam pengelompokkan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sehingga boleh dianggap bagian dari ilmu pengetahuan, yakni objektif, metodis, sistematis dan universal. Sains atau ilmu pengetahuan didukung beragam model, hipotesis, teori, dan hokum. Masing-masing saling mendukung satu sama lain sehingga mampu menyampaikan jawaban yang dicari oleh manusia. Banyak tokoh-tokoh penting dalam dunia ilmu pengetahuan, mereka berperan penting meningkatkan kehidupan sehingga jauh lebih baik dan modern.

H.        Perbedaan Antara Filsafat Dengan Ilmu Pengetahuan
      Perbedaan filsafat dengan ilmu pengetahuan terletak jelas dari pengertian awal. Filsafat diperlukan manusia sebagai panduan dalam menjalani kehidupan, sedangkan ilmu pengetahuan diperlukan untuk menjawab segala bentuk pertanyaan. Filsafat membentuk karakteristik seorang individu atau kelompok dan ilmu pengetahuan bertindak sebagai penunjang.


Sumber : 


             


 ^__________^